Live (RCTI) Singapura vs Indonesia, Berikut Jadwal Lengkap Timnas Senior di Piala AFF 2018

Kegagalan di event Asian Games 2018 harus segera dilupakan. Timnas Indonesia harus bangkit untuk menatap ajang Piala AFF November 2018 mendatang.


Dikutip dari Tribunkaltim.co (31/8/18), turnamen bergengsi se-Asia Tenggara itu akan bergulir pada 15 November hingga 8 Desember 2018.

Pada Piala AFF 2018 ini, Timnas Indonesia senior sendiri masuk dalam Grup B bersama juara bertahan Thailand, Filipina, Singapura, dan pemenang antara Brunei dan Timor Leste.

Brunei dan Timor Leste baru akan bertanding di play-off kandang-tandang pada 3 dan 11 September 2018. Keduanya akan memperebutkan satu tiket masuk babak grup.

Timnas Indonesia akan memulai laga perdana penyisihan grup di kandang Singapura, Stadion Nasional, Kallang, 9 November 2018 pukul 16.00 WIB. Sesuai rencana, seluruh pertandingan Timnas Indonesia akan disiarkan langsung oleh Indosiar RCTI.

Berikut jadwal lengkap pertandingan Timnas Indonesia di Grup B Piala AFF 2018:

Jumat 9 November 2018

16.00 WIB - Singapura vs Indonesia
Stadion Nasional, Kallang, Live RCTI

Selasa 13 November 2018

15.00 WIB - Indonesia vs Brunei/Laos
Stadion Utama GBK, Jakarta, Live RCTI

Sabtu 17 November 2018

18.00 WIB - Thailand vs Indonesia
Stadion Rajamangala, Bangkok, Live RCTI

Minggu 25 November 2018

18.00 WIB - Indonesia vs Filipina
Stadion Utama GBK, Jakarta, Live RCTI

Sumber

Kalah dari Korea Selatan, Begini Komentar Mengejutkan Pelatih Jepang yang Bikin Fans Melongo

Pelatih timnas U-23 Jepang, Hajime Moriyasu tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhannya hingga berhasil menggondol medali perak.


Kesebelasan negeri Matahari Terbit ini harus mengakui kekalahan dari Korea Selatan pada babak final sepakbola putra Asian Games 2018 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (1/9/2018) malam.

Jepang kalah dengan skor tipis 1-2.

Seluruh gol tercipta di keadaan perpanjangan waktu.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Korea atas kemenangan mereka. Hari ini para pemain telah berjuang dengan baik tanpa lelah dan kami mencari peluang untuk bisa mencetak gol," kata Hajime.

"Tapi sepakbola Korea telah berkembang, kami patut bangga," tambahnya.

Hajime menilai akan menjaring pemain yang lebih kompetitif lagi menatap Olimpiade 2020 di Tokyo.

"Kami akan berlatih lagi sampai Olimpiade 2020. Kami juga akan memilih lagi pemain terbaik ke tim," tukasnya.

Dengan hasil ini Jepang meraih medali perak, sedangkan Korea Selatan berhak atas medali emas.

Sumber

Tahu Rasa, Akhirnya Wasit yang Mencurangi Indonesia Ini Mendapatkan "Hukuman" ?

Masih terlintas dalam ingatan kita Indonesia gagal lolos ke perempat final Asian Games 2018 setelah dikalahkan oleh Uni Emirat Arab melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal,seperti dilansir Indosport.com(26/08/2018).


Namun wasit berlisensi FIFA yaitu Shaun Evans yang memimpin pertandingan ini menjadi sorotan karena sangat membuat keputusan kontroversial yang merugikan Indonesia.

Salah satu keputusan yang sangat buruk wasit asal Australia ini lakukan adalah saat memberikan hadiah penalti ke Uni Emirat Arab.


Padahal jika dilihat dari tayangan ulang tidak ada pemain Indonesia yang melanggar pemain lawan,malah pemain UEA yang menarik bek Indonesia yaitu Hansamu Yama Pranata.

Hal ini membuat netizen Indonesia Indonesia berang dan memberikan hukuman dengan menyerang akun Instagram pribadi milik wasit tersebut.

Tercatat sudah hampir 40 ribu komentar yang berupa luapan emosi rakyat Indonesia di akun Instagramnya, padahal followernya tidak mencapai 1000.

Hal itu pernah membuat ia mengunci akun Instagramnya karena tak tahan dengan serangan netizen Indonesia yang terkenal sadis.

Hal itu menjadi hukuman yang setimpal baginya karena menjadi aktor utama gagalnya Indonesia melaju ke babak perempat final.

Bagaimana menurut anda?

sumber

Banyak Yang Gak Tahu, Ternyata Segini Loh Harga Medali Emas Asian Games 2018

Asian Games 2018 tengah berjalan dan hampir memasuki babak akhir. Di Asian Games 2018 ini, Indonesia mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah. Ini merupakan kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah setelah pertama kalinya pada tahun 1962.


Sebanyak 40 cabang olahraga dipertandingkan dalam pesta olahraga terbesar di Asia ini. Dan 45 negara peserta yang berisikan 11.478 atlet berkompetisi untuk memperebutkan 5.600 medali di Asian Games 2018.


Berhubungan dengan hal tersebut, kali ini saya akan membahas tentang medali Asian Games 2018. Kira-kira berapa sih harga medali emas untuk ajang ini? Seperti dilansir cnnindonesia.com, medali emas tersebut memiliki standar kandungan kadar emas sebesar 6 gram dan dicampur dengan perak sebesar 494 gram.

Jika medali emas tersebut dirupiahkan menurut standar harga beli balik (buyback) PT ANTAM, maka emas bisa dilepas dengan nilai Rp 595.000 per gram, sehingga medali emas tersebut setara dengan nilai Rp 3,57 juta (6 gram x Rp 595.000).

Sedangkan harga perak senilai Rp 7,900 per gram sehingga akan didapatkan nilai jual sebesar Rp 3,9 juta (494 gram x Rp 6,600).

Dan jika digabungkan berdasarkan perhitungan diatas maka nilai medali emas jika dirupiahkan adalah sebesar Rp 7,47 Juta (Rp 3,57 Juta + Rp 3,9 Juta).

Sumber

Update Ranking FIFA Terbaru, Perancis Kudeta Puncak, Posisi Malaysia dan Indonesia Mengejutkan Usai Tersingkir di Asian Games

Badan otoritas sepakbola tertinggi di Dunia, FIFA baru saja merilis daftar ranking terbaru untuk bulan Agustus ini. Banyak kejutan yang terjadi di daftar rangking terbaru ini, persaingan di papan atas semakin sengit, begitu juga dengan persaingan diluar 100 besar.


Perancis, Juara bertahan Piala Dunia 2018 ini sukses mengkudeta Jerman di posisi puncak, keberhasilan Perancis mengambil alih puncak tak lepas dari keberhasilan mereka meraih titel FIFA World Cup 2018.


Tim-tim Eropa masih menguasai posisi hingga 30 besar Dunia, kejutan juga datang dari Tuam rumah Piala Dunia 2018, Rusia berhasil naik hingga 21 tingkat ke posisi 49 Dunia, keberhasilan ini tak lepas dari raihan mereka di ajang Piala Dunia kemarin.

Sedangkan, Iran menjadi tim terbaik Asia saat ini, Iran berhasil nagkring di peringkat 32 Dunia, mereka naik lima tingkat dari bulan sebelumnya. Meski gagal di ajang Piala Dunia 2018, namun posisi Iran naik signifikan.


Untuk kawasan Asia Tenggara, Vietnam menjadi yang terbaik saat ini, Negara tetangga Thailand itu berhasil duduk di peringkat 102 Dunia, posisi Vietnam masih stagnan sama seperti edisi sebelumnya.

Nah, dimana posisi Indonesia? Tim yang baru saja bangkit usai terkena sanksi ini masih tertahan di peringkat 164 Dunia, namun posisi Indonesia masih cukup baik ketimbang Singapura dan Malaysia.


Posisi ini masih sama dengan edisi sebelumnya, tidak adanya laga resmi FIFA yang dimainkan di bulan Juli membuat posisi Indonesia tetap stagnan, bukan hanya Indonesia saja, Tim-tim yang tidak ikut serta di Piala Dunia 2018 juga stagnan di peringkat terbaru ini.

FIFA sendiri merilis ranking terbaru ini pada, Kamis (16/8/2018), kejutan lebih banyak di peringkat 20 besar Dunia.

sumber

Catat! Ini Dia Jadwal Pertandingan Ulang Timnas Indonesia vs UEA, Dendam Terbayar Lunas?

Asian Games 2018 menjadi momen yang sangat menyakitkan bagi timnas Indonesia cabang sepakbola. Bagaimana tidak, tampil apik sepanjang babak grup, Stefano Lilipaly dkk harus takluk di tangan Uni Emirat Arab melalui tendangan adu penalti.


Dalam pertandingan tersebut, wasit ditenggarai tidak fair karena beberapa keputusan kontroversial.

Dilansir dari bola.com (28/08/2018), Indonesia tidak perlu lagi merasa marah. Sebab, pada tanggal 24 Oktober 2018 mendatang, Timnas Sepakbola Indonesia akan melakukan pertandingan lagi melawan Uni Emirat Arab.


Namun kali ini, Timnas U-19 yang akan berlaga di ajang bergensi Piala Asia U-19. Walaupun begitu, aroma dendam dan keinginan untuk menaklukan UEA masih tetap membumbung tinggi di angkasa. Lantas, apakah skuat asuhan Indra Sjafri mampu membayar tuntas hal tersebut?

UEA bukanlah satu-satunya lawan Egy Maulana Vikri dkk di Piala Asia. Sebab, mereka juga akan bertemu beberapa lawan kuat lainnya, seperti Qatar dan Chinese Taipei. Well, apakah menurut kalian Garuda Nusantara bisa memenangkan laga tersebut?

sumber

Tutupi Jaket Dengan Bendera Saat Terima Medali, Atlet Asian Games China Ini Diduga Punya Motif 'Menghebohkan' Ini

Tak ada yang mengejutkan ketika atlet renang China, merebut medali emas di Asian Games 2018.

Maklum, di level Olimpiade saja, China memang dikenal sebagai rajanya renang.

Negeri Tirai Bambu ini bahkan dikenal sebagai rival berat dari Amerika Serikat.


Tapi, 'ulah' seorang atlet renang mereka, Sun Yang, seketika memicu perdebatan di kalangan pengguna media sosial China.

Dilansir South China Morning Post, ulah Sun Yang itu terjadi ketika dia naik ke podium bersama atlet Tiongkok, untuk menerima medali emas.

Dia naik setelah China menjadi jawara di nomor 800 meter gaya bebas, Senin (20/8/2018).

Nah, Sun Yang, terlihat membalut hampir semua tubuhnya dengan sebuah bendera negara China.

Kelihatannya tak ada yang istimewa, tapi rumor menjadi liar di media sosial.

Sun Yang dinilai sengaja melakukan itu, demi sebuah maksud dan pesan terselubung : Dia menolak terlihat memakai seragam resmi kontingen China.

Apa yang mendasari Sun Yang melakukan itu?

Rumor menggelinding liar, Sun Yang melakukan itu karena dia menghormati kontrak profesionalnya bersama 361°, sebuah brand olah raga asal China.

Sementara, pakaian resmi yang dipakai kontingen China, memakai buatan brand lain, yakni Anta.

Sun Yang pun dituding menutupi pakaian Anta, dengan memakai bendera China.

Cara mengakali pesan sponsor ini, lebih dulu dipopulerkan oleh legenda basket dunia, Michael Jordan.

Jordan, melakukan itu pada Olimpiade 1992 di Barcelona.

Saat itu, pakaian resmi kontingen Amerika disponsori oleh Reebok.

Sementara Jordan, sudah kebacut mengikat kontrak dengan Nike.

Atas dasar menghormati kontraknya, Jordan pun tak mau nampak di media mengenakan pakaian Reebok.

Bagi para atlet, kontrak dengan sebuah brand, jelas sangat berarti besar karena menjadi sumber pendapatan mereka.

Cara ini akhirnya kerap dilakukan atlet untuk memprotes soal kewajiban penggunaan sponsor resmi negara di even resmi.

Selain memprotes, cara ini dinilai efektif untuk mengakali aturan, bahwa atlet dilarang memakai brand selain sponsor negara.

Wang Qi, seorang pemerhati industri olahraga, menulis di Sina Weibo, media sosial China : "Di olah raga, mematuhi aturan adalah hal yang sangat penting. Dan itu termasuk aturan bisnis,"

"Ketika semua atlet Tiongkok memakai seragam putih merah buatan Anta, hanya Sun Yang yang memakai seragam kuning buatan 361°. Ini adalah pelanggaran,"

Sun Yang sendiri sampai saat ini belum mengomentari soal ulahnya yang viral itu.

Tapi, di China, netizen per4ng komentar.

Ada yang mencacimaki Sun Yang, dengan mengatakan, ia lebih mementingkan egonya, ketimbang nampak kompak satu seragam dengan atlet Tiongkok lain.

Tapi ada pula yang mendukung Yang, mengatakan, ia telah bersikap benar sebagai seorang atlet profesional.

Lagipula, kata netizen, siapa yang berani menyebut Sun Yang tak nasionalis, setelah kerja kerasnya menyabet medali emas, terlebih membalut seluruh tubuhnya dengan bendera negara.

sumber